PENJELASAN DAN ANALISA : [HOAX] SEORANG MUADZIN BERNAMA BAPAK BAHRON DIBUNUH OLEH (YANG KATANYA) ORANG GILA/PKI - Mohammad Khoirul Amin

Mohammad Khoirul Amin

BLOGGER POLRI SEARCH ENGINE OPTIMIZATION

HALO DUNIA NETWORK

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here
PENJELASAN DAN ANALISA : [HOAX] SEORANG MUADZIN BERNAMA BAPAK BAHRON DIBUNUH OLEH (YANG KATANYA) ORANG GILA/PKI

PENJELASAN DAN ANALISA : [HOAX] SEORANG MUADZIN BERNAMA BAPAK BAHRON DIBUNUH OLEH (YANG KATANYA) ORANG GILA/PKI

Share This




#ISU
Beredar isu di media sosial terutama Facebook dengan narasi sebagai berikut:
SIAPA KEMAREN YANG KEPANASAN SUARA ADZAN??
dan seorang Muadzin jadi korban (yang katanya) orang gila. 😢
Innalillahi wa innailahi Rojiun, nama beliau bpk Bahron seorang muadzin di desa sindang kec. Cikijing. Majalengka Jawa Barat. modus perampokan disertai pembunuhan..
Mungkin kah orang gila lagi pelakunya?
KEBENARAN AKAN MENEMUKAN JALANNYA DAN ITULAH KEPEDIHAN BAGI PARA PENCIPTA & PEMAIN SANDIWARA INI.. ALLAH MAHA MEMBALAS...aamiin
Sumber:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10214328538583404&id=1115051971&ref=bookmarks
Telah dibagikan sebanyak 6,845x saat tangkapan layar diambil.
https://m.facebook.com/story.php…
Telah dibagikan sebanyak 1,794x saat tangkapan layar diambil
#PENJELASAN
Polisi menangkap pelaku yang mengedarkan soal berita hoax di media sosial tentang dibunuhnya seorang Muadzin oleh orang yang berpura-pura sebagai orang gila.
Ialah Tara Asih Wijayani (40), warga Kabupaten Sleman, diamankan menyebarkan berita bohong atau menyesatkan pada media sosial Facebook dengan akun TARA DEV SAMS. Pelaku diamankan di wilayah hukum Polres Jakarta Utara.
Faktanya, korban muadzin yang di-viralkan tersebut, merupakan korban dari tindak pidana pencurian disertai kekerasan dimana para pelaku telah diamankan.
Saat ini, kepada Tara, polisi tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut serta lakukan penyidikan di Satreskrim Polres Majalengka.
Berdasarkan tayangan Fokus Indosiar, Minggu (18/2/2018), saat terjadi pertemuan antara Keluarga Haji Baron di Mapolres Majalengka, yang juga dihadiri oleh ketua Majelis Ulama Indonesia Cikijing menyatakan klarifikasi dari pihak keluarga jika korban adalah pedagang dan warga biasa yang memang rajin pergi ke Masjid untuk menjalankan salat lima waktu dan Baron bukan seorang muazin dan tidak dibunuh oleh orang gila atau PKI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages